Selasa, 28 Desember 2010

Mirat

Mirat


Merawat Payudara

Posted: 27 Dec 2010 02:02 PM PST

Radang Payudara adalah infeksi yang terjadi pada jaringan payudara yang umumnya disebabkan bakteri yang biasa terdapat pada kulit. Bakteri ini biasanya masuk melalui puting payudara sehingga menimbulkan gejala-gejala seperti nyeri payudara, membengkaknya salah satu payudara, payudara kemerahan dan terasa panas, gatal serta kadang disertai dengan demam.

Gangguan ini biasanya terjadi pada wanita yang sedang menyusui. Karena itu, untuk pencegahan, cara merawat payudara setelah melahirkan dan pada menyusui dengan pemijatan dan menjaga kebersihan payudara harus dilakukan.

Jika radang sudah terjadi, untuk penanganannya, kompreslah payudara dengan air hangat selama 15-20 menit empat kali sehari serta minum obat antibiotik dan lakukan pijatan lembut pada payudara yang radang. Bisa juga menggunakan ramuan dari daun ketumbar atau daun cocor bebek secukupnya yang ditumbuk halus untuk kemudian ditempelkan di payudara yang sedang sakit.

TATA CARA PERNIKAHAN ADAT JOGJAKARTA

Posted: 27 Dec 2010 01:56 PM PST

Dalam budaya pasti ada ciri khas masingmasing
seperti pada adat Yogyakarta cara pernikahan ada beberpa tahap
berikut adalah tata cara pernikahan adat yogyakarta
1. Nontoni
Nontoni adalah upacara untuk melihat calon pasangan yang akan dikawininya. Dimasa lalu orang yang akan nikah belum tentu kenal terhadap orang yang akan dinikahinya, bahkan terkadang belum pernah melihatnya, meskipun ada kemungkinan juga mereka sudah tahu dan mengenal atau pernah melihatnya.
Agar ada gambaran siapa jodohnya nanti maka diadakan tata cara nontoni. Biasanya tata cara ini diprakarsai pihak pria. Setelah orang tua si perjaka yang akan diperjodohkan telah mengirimkan penyelidikannya tentang keadaan si gadis yang akan diambil menantu. Penyelidikan itu dinamakan dom sumuruping banyu atau penyelidikan secara rahasia.
Setelah hasil nontoni ini memuaskan, dan siperjaka sanggup menerima pilihan orang tuanya, maka diadakan musyawarah diantara orang tua / pinisepuh si perjaka untuk menentukan tata cara lamaran.
2. Lamaran
Melamar artinya meminang, karena pada zaman dulu diantara pria dan wanita yang akan menikah terkadang masih belum saling mengenal, jadi hal ini orang tualah yang mencarikan jodoh dengan cara menanyakan kepada seseorang apakah puterinya sudah atau belum mempunyai calon suami. Dari sini bisa dirembug hari baik untuk menerima lamaran atas persetujuan bersama.
Upacara lamaran: Pada hari yang telah ditetapkan, datanglah utusan dari calon besan yaitu orang tua calon pengantin pria dengan membawa oleh-oleh. Pada zaman dulu yang lazim disebut Jodang ( tempat makanan dan lain sebagainya ) yang dipikul oleh empat orang pria. Makanan tersebut biasanya terbuat dari beras ketan antara lain : Jadah, wajik, rengginan dan sebagainya. Menurut naluri makanan tersebut mengandung makna sebagaimana sifat dari bahan baku ketan yang banyak glutennya sehingga lengket dan diharapkan kelak kedua pengantin dan antar besan tetap lengket (pliket,Jawa). Setelah lamaran diterima kemudian kedua belah pihak merundingkan hari baik untuk melaksanakan upacara peningsetan. Banyak keluarga Jawa masih melestarikan sistem pemilihan hari pasaran pancawara dalam menentukan hari baik untuk upacara peningsetan dan hari ijab pernikahan.
3. Peningsetan
Kata peningsetan adalah dari kata dasar singset (Jawa) yang berarti ikat, peningsetan jadi berarti pengikat. Peningsetan adalah suatu upacara penyerahan sesuatu sebagai pengikat dari orang tua pihak pengantin pria kepada pihak calon pengantin putri. Menurut tradisi peningset terdiri dari : Kain batik, bahan kebaya, semekan, perhiasan emas, uang yang lazim disebut tukon ( imbalan) disesuaikan kemampuan ekonominya, jodang yang berisi: jadah, wajik, rengginan, gula, teh, pisang raja satu tangkep, lauk pauk dan satu jenjang kelapa yang dipikul tersendiri, satu jodoh ayam hidup. Untuk menyambut kedatangan ini diiringi dengan gending Nala Ganjur . Biasanya penentuan hari baik pernikahan ditentukan bersama antara kedua pihak setelah upacara peningsetan.
4. Upacara Tarub
Tarub adalah hiasan janur kuning ( daun kelapa yang masih muda ) yang dipasang tepi tratag yang terbuat dari bleketepe ( anyaman daun kelapa yang hijau ). Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin ( siraman, Jawa ) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan.
Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengan tuwuhan. Adapun macamnya :
• Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang.
• Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading, Jawa )
• Dua untai padi yang sudah tua.
• Dua batang pohon tebu wulung ( tebu hitam ) yang lurus.
• Daun beringin secukupnya.
• Daun dadap srep.
Tuwuhan dan gegodongan ini dipasang di kiri pintu gerbang satu unit dan dikanan pintu gerbang satu unit ( bila selesai pisang dan kelapa bisa diperebutkan pada anak-anak ) Selain pemasangan tarub diatas masih delengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan sbb. (Ini merupakan petuah dan nasehat yang adi luhung, harapan serta do'a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ) yang dilambangkan melalui:
1. Pisang raja dan pisang pulut yang berjumlah genap.
2. Jajan pasar
3. Nasi liwet yang dileri lauk serundeng.
4. Kopi pahit, teh pahit, dan sebatang rokok.
5. Roti tawar.
6. Jadah bakar.
7. Tempe keripik.
8. Ketan, kolak, apem.
9. Tumpeng gundul
10. Nasi golong sejodo yang diberi lauk.
11. Jeroan sapi, ento-ento, peyek gereh, gebing
12. Golong lulut.
13. Nasi gebuli
14. Nasi punar
15. Ayam 1 ekor
16. Pisang pulut 1 lirang
17. Pisang raja 1 lirang
18. Buah-buahan + jajan pasar ditaruh yang tengah-tengahnya diberi tumpeng kecil.
19. Daun sirih, kapur dan gambir
20. Kembang telon (melati, kenanga dan kantil)
21. Jenang merah, jenang putih, jenang baro-baro.
22. Empon-empon, temulawak, temu giring, dlingo, bengle, kunir, kencur.
23. Tampah(niru) kecil yang berisi beras 1 takir yang diatasnya 1 butir telor ayam mentah, uang logam, gula merah 1 tangkep, 1 butir kelapa.
24. Empluk-empluk tanah liat berisi beras, kemiri gepak jendul, kluwak, pengilon, jungkat, suri, lenga sundul langit
25. Ayam jantan hidup
26. Tikar
27. Kendi, damar jlupak (lampu dari tanah liat) dinyalakan
28. Kepala/daging kerbau dan jeroan komplit
29. Tempe mentah terbungkus daun dengan tali dari tangkai padi ( merang )
30. Sayur pada mara
31. Kolak kencana
32. Nasi gebuli
33. Pisang emas 1 lirang

Masih ada lagi petuah-petuah dan nasehat-nasehat yang dilambangkan melalui : Tumpeng kecil-kecil merah, putih,kuning, hitam, hijau, yang dilengkapi dengan buah-buahan, bunga telon, gocok mentah dan uang logam yang diwadahi diatas ancak yang ditaruh di:
1. Area sumur
2. Area memasak nasi
3. Tempat membuat minum
4. Tarub
5. Untuk menebus kembarmayang ( kaum )
6. Tempat penyiapan makanan yanh akan dihidangkan.
7. Jembatan
8. Prapatan.
5. Nyantri
Upacara nyantri adalah menitipkan calon pengantin pria kepada keluarga pengantin putri 1 sampai 2 hari sebelum pernikahan. Calon pengantin pria ini akan ditempat kan dirumsh saudara atau tetangga dekat. Upacara nyantri ini dimaksudkan untuk melancarkan jalannya upacara pernikahan, sehingga saat-saat upacara pernikahan dilangsungkan maka calon pengantin pria sudah siap dit3empat sehingga tidak merepotkan pihak keluarga pengantin putri.
6. Upacara Siraman
Siraman dari kata dasar siram ( Jawa ) yang berarti mandi. Yang dimaksud dengan siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti membershkan diri agar menjadi suci dan murni. Bahan-bahan untuk upacara siraman :

• • Kembang setaman secukupnya
• • Lima macam konyoh panca warna ( penggosok badan yang terbuat dari beras kencur yang dikasih pewarna)
• • Dua butir kelapa hijau yang tua yang masih ada sabutnya.
• • Kendi atai klenting
• • Tikar ukuran ½ meter persegi
• • Mori putih ½ meter persegi
• • Daun-daun : kluwih, koro, awar-awar, turi, dadap srep, alang-alang
• • Dlingo bengle
• • Lima macam bangun tulak ( kain putih yang ditepinnya diwarnai biru)
• • Satu macam yuyu sekandang ( kain lurik tenun berwarna coklat ada garis-garis benang kuning)
• • Satu macam pulo watu (kain lurik berwarna putih lorek hitam), 1 helai letrek ( kain kuning), 1 helai jinggo (kain merah).
• • Sampo dari londo merang ( air dari merang yang dibakar didalam jembangan dari tanah liat kemudian saat merangnya habis terbakar segera apinya disiram air, air ini dinamakan air londo)
• • Asem, santan kanil, 2meter persegi mori, 1 helai kain nogosari, 1 helai kain grompol, 1 helai kain semen, 1 helai kain sidomukti atau kain sidoasih
• • Sabun dan handuk.
Saat akan melaksanakan siraman ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam:
• • Tumpeng robyong
• • Tumpeng gundul
• • Nasi asrep-asrepan
• • Jajan pasar, pisang raja 1 sisir, pisang pulut 1 sisir, 7 macam jenang
• • Empluk kecil ( wadah dari tanah liat) yang diisi bumbu dapur dan sedikit beras
• • 1 butir telor ayam mentah
• • Juplak diisi minyak kelapa
• • 1 butir kelapa hijau tanpa sabut
• • Gula jawa 1 tangkep
• • 1 ekor ayam jantan
Untuk menjaga kesehatan calon pengantin supaya tidak kedinginan maka ditetapkan tujuh orang yang memandikan, tujuh sama dengan pitu ( Jawa ) yang berarti pitulung (Jawa) yang berarti pertolongan. Upacara siraman ini diakhiri oleh juru rias ( pemaes ) dengan memecah kendi dari tanah liat.
7. Midodareni
Midodareni berasal dari kata dasar widodari ( Jawa ) yang berarti bidadari yaitu putri dari sorga yang sangat cantik dan sangat harum baunya. Midodareni biasanya dilaksanakan antara jam 18.00 sampai dengan jam 24.00 ini disebut juga sebagai malam midodareni, calon penganten tidak boleh tidur.
Saat akan melaksanakan midodaren ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam:
• Sepasang kembarmayang ( dipasang di kamar pengantin )
• Sepasang klemuk ( periuk ) yang diisi dengan bumbu pawon, biji-bijian, empon-empon dan dua helai bangun tulak untuk menutup klemuk tadi
• Sepasang kendi yang diisi air suci yang cucuknya ditutup dengan daun dadap srep ( tulang daun/ tangkai daun ), Mayang jambe (buah pinang), daun sirih yang dihias dengan kapur.
• Baki yang berisi potongan daun pandan, parutan kencur, laos, jeruk purut, minyak wangi, baki ini ditaruh dibawah tepat tidur supaya ruangan berbau wangi.
Adapun dengan selesainya midodareni saat jam 24.00 calon pengantin dan keluarganya bisa makan hidangan yang terdiri dari :
• Nasi gurih
• Sepasang ayam yang dimasak lembaran ( ingkung, Jawa )
• Sambel pecel, sambel pencok, lalapan
• Krecek
• Roti tawar, gula jawa
• Kopi pahit dan teh pahit
• Rujak degan
• Dengan lampu juplak minyak kelapa untuk penerangan ( jaman dulu)
8. Upacara Langkahan
Langkahan berasal dari kata dasar langkah (Jawa) yang berarti lompat, upacara langkahan disini dimaksudkan apabila pengantin menikah mendahului kakaknya yang belum nikah , maka sebelum akad nikah dimulai maka calon pengantin diwajibkan minta izin kepada kakak yang dilangkahi.
9. Upacara Ijab
Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ijab qobul biasanya dipimpin oleh petugas dari kantor urusan agama sehingga syarat dan rukunnya ijab qobul akan syah menurut syariat agama dan disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah.
10. Upacara Panggih
Panggih ( Jawa ) berarti bertemu, setelah upacara akad nikah selesai baru upacara panggih bisa dilaksanaakan,. Pengantin pria kembali ketempat penantiannya, sedang pengantin putri kembali ke kamar pengantin. Setelah semuanya siap maka upacara panggih dapat segera dimulai.
Untuk melengkapi upacara panggih tersebut sesuai dengan busana gaya Yogyakarta dengan iringan gending Jawa:
1. Gending Bindri untuk mengiringi kedatangan penantin pria
2. Gending Ladrang Pengantin untuk mengiringi upacara panggih mulai dari balangan ( saling melempar ) sirih, wijik ( pengantin putri mencuci kaki pengantin pria ), pecah telor oleh pemaes.
3. Gending Boyong/Gending Puspowarno untuk mengiringi tampa kaya (kacar-kucur), lambang penyerahan nafkah dahar walimah. Setelah dahar walimah selesai, gending itu bunyinya dilemahkan untuk mengiringi datangnya sang besan dan dilanjutkan upacara sungkeman


Apakah Allah Sudah tidak sayang lagi pada manusia...???

Posted: 27 Dec 2010 01:49 PM PST

Bencana Dimana-mana mulai gempa bumi, gunung meletus, longsor, banjir dan lain sebagainya
kita bertanya Apakah Allah sudah tidak ayang lagi Pada Manusia atau ini sebuah pertanda kiamat sudah dekat atau apakah sebuah teguran dari Allah supaya Manusia itu sadar akan perbuatan yang di perbuatnya.
"Sayangilah oleh kamu sekalian apa yang ada di bumi, maka apa yang ada di langit akan sayang kepadamu." (al-Hadits)

Bumi Indonesia kembali bergoyang. Bumi Indonesia kembali berulah. Alam sepertinya belum bisa berdamai dengan manusia Indonesia. Masih membekas dalam ingatan kita tahun 2004 akhir di Ujung Sumatera, tsunami menghantam Aceh, dan menghancurkan sebagian besar wajah Aceh. Sekarang tahun 2009, gempa mengguncang pulau Sumatera, tepatnya di Padang. Gempa tidak hanya merenggut nyawa tapi merubah wajah Kota Padang yang elok, menjadi muram. Karena sebagian besar wilayahnya luluh lantak. Ada anak yang kehilangan ibu dan bapaknya. Ada suami yang kehilangan istri, ada istri kehilangan suami. Hotel yang megah ikut hancur. Rumah yang mewah ambruk tak bersisa. Swalayan, kantor-kantor, hancur. Anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, nenek, kakek-kakek, ikut menjadi korban.
Kita yang berada di luar lingkaran bencana, bisa bernafas lega. Karena kejadian itu tidak menimpa kita. Tapi coba bayangkan jika kejadian itu terjadi di tempat kita. Terjadi di bumi yang kita pijak. Tiba-tiba saja saat kita selesai kerja, lagi di lift, gempa mengguncang dengan kekuatan 7,6 skala richter. Apa yang akan kita lakukan? Atau kejadiannya kita selamat, tapi saat pulang, rumah kita hancur rata dengan tanah. Sedangkan istri, anak kita berada di dalamnya. Apa yang kita pikirkan menyaksikan tragedi itu?
Begitu pula dengan mereka yang sekarang menjadi korban gempa, mereka kebingungan dan butuh pertolongan. Mereka, para korban, bingung, sedih, kesal, menyesal bercampur menjadi satu. Hidup seakan berhenti.
Dan dimanakah kita saat Tasik, Cianjur, Ciamis, Sukabumi, Pangalengan dan Padang hancur?

Kita, sibuk dengan koalisi, bagi-bagi kue kekuasaan. Kita sibuk dengan pesta-pesta akhir pekan. Kita sibuk dengan gonjang-ganjing KPK dan Century. Kita sibuk dengan shooping. Kita sibuk buka-buka majalah fashion terbaru. Kita sibuk dengan urusan masing-masing.

Lantas kemana kepedulian kita terhadap para korban gempa?

Agama mengajarkan kepada kita bahwa setiap orang itu bersaudara, atau satu. Bahwa manusia yang satu dengan yang lain itu adalah seperti satu tubuh. Jika anggota tubuh yang lain merasakan sakit maka bagian tubuh yang lain pun ikut merasakannya. Tapi benarkah ajaran itu masih kita pedang?

Individualis. Itu kata yang tepat buat menggambarkan suasana psikologis kehidupan kita hari ini. Kita cenderung lebih memilih menyelamatkan apa yang kita punya. Tak peduli orang kelaparan atau mati sekalipun. Dalam pikiran kita yang ada hanyalah, bagaimana caranya hidup menjadi lebih kaya, lebih fun, kalau bisa, bumi ini semuanya menjadi milik kita. Atau aku mau senang sendiri, perkara yang lain susah, itu bukan urusanku.

Gempa mengguncang Padang, apa pentingnya bagiku?

Padahal berbagi adalah nilai kemanusiaan kita. Dengan berbagi kita menjadi lengkap dan melengkapi. Kata itu, berbagi, menjadi semakin langka kita dengar. Karena yang sering kita dengar adalah kata korupsi, penggelapan, keuntungan, rugi, kolusi, menimbun. Sedangkan berbagi menjadi kata yang selalu kita ingkari. Sebab ada ketakutan dalam diri kita, menjadi kurang.
Allah berjanji, barangsiapa yang memberikan hartanya untuk menolong sesamanya, apa yang ia berikan tidak berkurang, justru bertambah. Tetapi Tuhan juga mengingatkan kepada kita untuk tidak lantas bangga diri karena memberi atau berbagi. Memberi atau berbagi adalah wujud dari pedulinya anggota tubuh yang satu kepada anggota tubuh yang lainnya. Dengan memberi menandakan bahwa kita masih memiliki anggota tubuh yang lengkap. Dengan berbagi otot dan urat syaraf kita masih berfungsi.

Rasa memiliki adalah kerangkeng bagi kita untuk berbagi. Kita merasa bahwa apa yang kita miliki adalah milik kita seutuhnya. Apakah memang benar, apa yang kita miliki adalah benar-benar milik kita?

Ajaran agama dengan nyata mengabarkan kepada kita, bahwa di dalam yang kita miliki ada milik orang lain. Jadi jika suatu saat kita berbagi, itu adalah manifestasi dari membalikan milik orang lain yang dititipkan pada kita. Jadi apa yang kita berikan bukan milik kita, tapi memang haknya mereka. Bisakah kita menerima kenyataan itu? Menerima kenyataan bahwa di dalam harta kita terdapat milik orang lain.

Sekarang, ketika saudara kita yang lain bersedih, masihkah tak peduli? Tidak cukupkah gempa yang demikian dahsyat menyadarkan kita? Tragedi seperti apalagi yang akan benar-benar menyadarkan kita?

Haruskah kita baru sadar ketika tsunami menggulung kita? Apakah kita baru sadar manakala gempa mengguncang tanah yang kita pijak?

Tentu, bukan itu yang kita mau. Tapi nasib orang siapa yang tahu. Siapa tahu besok hari, gempa mengguncang rumah kita, kantor kita, pasar kita, sekolah kita, dan kita tak bisa berbuat apa-apa. Semua yang kita miliki menjadi tak berguna dan berarti. Kita, hanya bisa terduduk diam kehabisan air mata. Karena tak kuasa dan tak bisa berbuat apa-apa.


RAGAM LAFAD BASMALAH

Posted: 27 Dec 2010 01:35 PM PST

sahabat semua ini sebagian besar dari ragam Lafadz basmallah yang sangat indah
untuk melihat secara jealas arahkan mous sahabat semua ke gambar tersebut boleh di klik boleh klik kanan lihat gambar
























IMAM SIBBAWEIH

Posted: 27 Dec 2010 01:31 PM PST

Nama lengkap Imam Sibaweih adalah Amr bin Utsman Al-Farisy. Beliau lahir didaerah Syiraz Persia (Iran) Pada Tahun 14 H. Beliau terkenal dengan sebutan Sibaweh (Siba = Apel, Weih = Aroma) Karena Aroma tubuhnya sangat harum seharum buah apel.
Imam Sibaweih sebagai Imam Besar bukan hanya ahli dalam bidang Nahwu, namun berbagai macam ilmu beliau kuasai. Karena kesempurnaannya itulah beliau disegani oleh ulama-ulama yang lain. Kemampuannya yang tak tertandingi di buktikan dengan tidak adanya satu ulama pun yang mampu mengarang kitab yang sepadan dengan kitab beliau yang akhirnya dibuat sevagai sandaran untuk mengarang kitab oleh para ulama. Imam Zamahsyzri Memuji beliau dalam Syairnya :

الاصلي الاله صلاة صدق # على عمروبن عثمان بن قنبر
فان كتبه لم يغن عنه # بنو قلم ولا ابناء منبر

"Semoga karunia dan kebenaran selalu terlimpahkan kepada Amr bin Ustman Bin Qombar karean kitab beliau yang belum pernah tertandingi oleh hasil karya dan orator Nahwu Mana pun".

Beliau tekun belajar Ilmu Nahwu bermula sewaktu beliau salah membaca hadits di depan seorang ulama ahli hadits yang kemudian berkata kepada beliau : " seandainya engkau memperbaiki bacaanmu niscaya engkau akan mendapatkan sbuah kehormatan".
Guru-guru yang pernah beliau timba ilmunya adalah Imam Akhfasy Al-Kabir, Yunus bin Habib, Isa bin Aus, Disamping Imam Kholil sebagai guru beliau yang paling terkenal


0 komentar:

Poskan Komentar